Sabtu, 12 Februari 2011

SEJARAH BERDIRINYA MTs. Mathalibul Huda MLG


SEJARAH BERDIRINYA
MADRASAH MATHALIBUL HUDA
MLONGGO KABUPATEN JEPARA



Sejarah berdirinya MA MATHALIBUL HUDA Mlonggo Kabupaten Jepara tidak terlepas dari berdirinya Madrasah Diniyah,MI,PGA, MTs Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara, karena semua itu merupakan embrio berdirinya MA Mathalibul Huda , oleh sebab itu dalam pemaparan sejarah ini dimulai dari awal berdirinya yaitu Madrasah Diniyah.
Madrasah MATHALIBUL HUDA Mlonggo Kabupaten Jepara mulai dirintis sejak tahun 1930, atas hasil pemikiran Bapak Moechsin Astroredjo (almarhum) Jambu Timur dkk.
Pada awal mulanya madrasah ini masih berbentuk Madrasah Diniyah yang bertempat di Krajan Jambu Timur. Pada sa’at itu belum mempunyai gedung sendiri, kegiatan belajarnya menempati rumah Bapak Moechsin dan langgar yang dulunya berada disebelah selatan Masjid Jambu Krajan. Murid – muridnya sebagian besar dari jambu timur.
Pada perkembangan selanjutnya supaya madrasah tersebut resmi menjadi sarana pendidikan, maka diupayakan untuk minta ijin resmi dari pihak pemerintah kemudian diberi beselit (Piagam) oleh Bupati Jepara Bapak Sukahar.
Setelah mengalami perkembangan, muridnya tidak hanya dari Jambu Timur saja, tetapi dari desa-desa lain banyak yang m,endaftarkan di madrasah ini. Hal ini bisa dimaklumi karena memang hanya satu-satunya madrasah yang ada di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara waktu itu. Dari sini akhirnya timbul pemikiran untuk dipindahkan tempatnya, dicarikan lokasi (tempat) yang strategis, mudah dijangkau oleh murid-murid yang jauh. Tempat yang dipilih adalah Jambu Ngemplak, disebelah utara Masjid Jami’ Ngemplak. Perpindahan ini dilakukan sekitar tahun 1935, dan mulai saat itu juga dibentuk kepengurusan madrasah. Diantara pengurusnya adalah:

Ketua : Bapak Moechsin Astroredjo (Jambu Timur)
Anggota : 1. Bapak Karmani (Jambu Tembiluk)
2. Bapak Mawardi (Jambu Kawoyo)
3. Bapak Kartono (Jambu Tembiluk)
4. Bapak Marhadi (Jambu Tembiluk)
5. Bapak Ismail (Sinanggul)
6. Bapak Muh. Ridlwan Bachri (Jambu Timur), dll

Sedangkan Kepala Madrasah dijabat Bapak Moechsin yang merangkap sebagai ketua pengurus. Adapun dewan gurunya adalah: Bapak Moechsin (Jambu Timur), Bapak Abdul Azis (Sekuro), Bapak Broto (Jambu), Bapak Marwan (Jambu), Bapak Abdullah Sofwan (Jambu Timur), Bapak Mas’udi (Sinanggul), Bapak Rosyidi (Jambu Timur), Bapak Muh. Ridlwan Bachri (Jambu Timur), Bapak Abdul Rosyidi (Sekuro), Bapak Sami’an (Sekuro), Bapak Ali Zuhdi (Jambu Timur), dll.

BERDIRINYA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)
Setelah madrasah ini ditangani dengan baik, akhirnya dapat berkembang dan pada tahun 1946 (setelah kemerdekaan), mulai dirintis untuk diberi pelajaran umum dan berbentuk Madrasah Ibtida’iyah (MI) khusus putra.
Saat itu, Bapak suhad sebagai Kepala Penilik Pendidikan Agama (Kandepag) Pati, ikut memikirkan dan membina jalanya madrasah, kemudian pelaksanaannya diatur dan disesuaikan dengan kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah, akhirnya Madrasah ini dapat tertata baik, bahkan sudah dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu keolompok (bagian) agama dan umum, Untuk memudahkan pengelolaan dua bagian tersebut masing-masing ada kepalanya. Bagian agama kepala madrasahnya dijabat oleh Bapak Moch. Ridlwan Bachri, bagian umum kepala madrasahnya Bapak sutikno (Sinanggul) sedang bagian administrasi (tata usaha) dijabat oleh Bapak Ali Rodli (Jambu Sekekep).
Pada Masa perkembangan ini dewan gurunya sudah mengalami pergantian, guru-gurunya antara lain : Bp. Moch. Ridlwan Bachri, Bp. Ali Ahmadi (Jambu Timur), Bp. Sutikno (Sinanggul), Bp. Abdul Jamil ( Sinanggul), Bp. Arba’ini (Sinanggul), Bp. Muhammad Shidiq (Jambu), Bp. Kasri (Srobyong), Bp. Muthohar (Mayong). Pada masa itulah Madrasah Matholibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara sangat terkenal se-Karesidenan Pati. Hal ini dapat berkembang demikian karena berkat kerja keras dan perjuangan Bapak Suhab (Kandepag) Karesidenan Pati.
Setelah mengalami perkembangan yang demikian, pada tahun 1948 gedung yang ada di Jambu Ngemplak sudah agak rusak juga sudah tidak muat. Maka ada pemikiran untuk memindahkan tempat. Tempat yang dituju adalah Jambu Barat (Mlonggo Kabupaten Jepara ) sebelah barat kantor kecamatan, yang sekarang ditemapati MTs dan MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara ini.
Mulai tahu 1948 inilah mulai dirintis dan dibuka madrasah putri (banat), yang dulunya hanya madrasah putra (banin). Setelah pindah di Mlonggo Kabupaten Jepara dan membuka madrasah putri, maka pengaturan masuk antara banin dan banat dibagi dua, untuk putra masuk pagi sedang untuk putri masuk siang. Dengan demikian untuk memenuhi tenaga pengajar (guru) maka perlu ditambah, tambahan guru tersebut antara llain : Bp. Mudzakir (Jambu Sendang), Bp Mukmin dan Bapak Sehab dll.
Perjalanan dan perkembangan madrasah yang begitu pesat, dalam sejarah masa itu juga telah berkali-kali mengalami pergantian kepala madrasah, diantara yang pernah menjabat kepala madrasah adalah : Bp. Ali Achmadi, Bp. Sutikno, Bp. Abdul Jamil dan Bp. Sehab.
Searah dengan putaran waktu dan kemajuan, pada tahun 1955 kepala madrasah dijabat oleh Bp. Ali Rodli (Jambu Sekekep), dan mulai tahun tersebut juga ada tambahan tenaga guru dari luar Jepara, yaitu Bp. Cholil Asma Putra (Surabaya), Bp. Paiman guru agama pemerintah (Grabag Kutoarjo Purworejo), dan Bp. Parjono (Yogyakarta).
Tahun 1958 mulai ada peraturan pemerintah dalam pendidikan, yaitu yang asalnya MI diganti nama menjadi MWB (Madrasah Wajib Belajar), ini merupakan program pemerintah yang pelaksanaannya sampai 8 tahun, dengan perincian 6 tahun belajar teori, untuk yang 2 tahun pelajaran praktek kerja, dan diharapkan lulusannya dapat bekerja di masyarakat. Namun tidak lama, MWB diganti lagi dengan nama MINU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama). MINU hanya berjalan 3 tahun, kemudian diganti lagi dengan nama MI Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara , Sampai sekarang.

BERDIRINYA MUALIMIN DAN PGA 4 TAHUN NU
Sampai akhir tahun 1962, kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara belum ada jenjang pendidikan menengah atau sekolah Manengah Tingkat Pertama (SLTP). Padahal Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar sudah cukup banyak dan potensial. Adanya tuntutan zaman yang selalu berkembang dan kebutuhan masyarakat tentang pendidikan cukup meningkat. Para tamatan MI dan SD, saat itu sudah banyak berpikir lebih maju, dan rasanya tidak cukup hanya sebatas tamat MI atau SD. Anak-anak yang kritis dan orang tuanya mampu, pendidikan tingkat pertama merupakan kebutuhan mutlak yang harus ditempuh. Karena di Mlonggo Kabupaten Jepara belum ada sekolah lanjutan maka anak-anak yang orang tuanya mampu, kebanyakan pergi keluar kota. Sedangkan bagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu, dan anaknya tidak mempunyai kreatifitas sendiri, akhirnya berhenti tidak sekolah setelah tamat MI atau SD.
Melihat kenyataan tersebut, maka pengurus Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) Mlonggo Kabupaten Jepara mempunyai gagasan dan pemikiran untuk merintis pendirian pendidikan tingkat SLTP, yang bernafaskan agama, waktu itu bernama Mualimin.
Madrasah Mualimin berdiri secara resmi pada tanggal 01 Maret 1963, Kepala Madrasahnya dijabat oleh Bp. Tholhah Mansyur (Jambu Mlonggo Kabupaten Jepara ). Menurut keterangan yang dihimpun, keberadaan Mualimin tidak lama, hanya bertahan sekitar 1 tahun ajaran, diganti sekolah keguruan, yaitu Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun Nahdlatul Ulama, yang sering dikenal dengan sebutan PGA NU. PGA ini sekarang, setingkat SMP/MTs.
Dasar pemikiran didirikannya PGA ini, karena berorientasi pada kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Pada saat itu, kebutuhan guru-guru agama Islam di SD dan MI sangat mendesak. Dan dalam kerangka sistem pendidikan Nasional, diharapkan lulusan PGA dapat membantu mewujudkan kualitas pandidikan dasar.
PGA secara legal berdiri tahun 1964, yang saat kepala sekolah dijabat oleh Bp. Hilal Chudlrin (Jambu Tembiluk – Almarhum), yang dahulu juga beliau menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara . Dengan adanya PGA NU berdiri di tengah-tengah masyarakat Mlonggo Kabupaten Jepara , banyak para lulusan MI dan SD yang mendaftarkan diri di PGA tersebut, dan tidak perlu jauh-jauh sekolah di luar kota. Adanya PGA di Mlonggo Kabupaten Jepara ini, akhirnya membawa perubahan budaya dan pemikiran masyarakat. Banyak Alumnus dari PGA ini yang sekarang menjadi Guru di SD atau MI.
Dalam perkembangan berikutnya, PGA yang berdiri tahun 1964 yang semula kepala sekolah dijabat oleh Bp. Hilal Chudlrin maka mulai tahun 1966 kepala PGA dijabat oleh Bp. Basuki Rahmad dalam memimpin sekolah ini terhitung 6 tahun, waktu yang cukup lama, bila dibandingkan dengan kepala-kepala yang sebelumnya.
Pada masa kritis sesudah G 30/S PKI ini, tentu saja sekolah-sekolah yang bernafas agama terus dipacu, agar tetap eksis dan diminati masyarakat. Bp. Basuki Rahmad dalam memperjuangkan PGA ini tidak sia-sia, karena terbukti, pada masa ini minat masyarakat untuk masuk di PGA cukup banyak, tidak hanya masyarakat Mlonggo Kabupaten Jepara saja, tetapi di luar Mlonggo Kabupaten Jepara pun banyak yang daftar.
Setelah PGA di pegang oleh Bp. Basuki, kepemimpinan berikutnya diserahkan kepada Bp. Ali Shochib (Jambu Tembiluk), yang saat beliau baru tamat dari Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur. Bp. Ali Shochib menjabat Kepala PGA ini pada tahun 1972 – 1974.

ADANYA PGA 6 TAHUN
Estafet kepemimpinan terus berjalan dari tahun ketahun. Setelah Bp. Ali Shohib menjabat kepala PGA selama 2 tahun, kepemimpinan berikutnya diganti oleh Bp. Drs. Abdul Choliq Anwar. Beliau adalah asli dari Saripan Jepara, ketika itu menjadi menantu dari Ibu Zuhro (Sekuro). Bp. Drs. Abddul Choliq, menjabat kepala dari tahun 1975 – 1977.
Pada tahun ini PGA yang semula berlabel Nahdlatul Ulama (NU), mulai diganti nama Mathalibul Huda (MH), kembali nama asli sejak pendirian tahun 1930.
Pendidikan memang harus selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakatnya. Ini prinsip dalam pengelolaan pendidikan, karena kalau tidak demikian, akan ketinggalan dan tidak dapat mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan berbagai pertimbangan, PGA 4 tahun (tingkat SLTP) yang sudah berdiri sejak tahun 1964 tersebut, terasa perlu untuk dilengkapi tingkat lanjutan yang lebih atas. Maka pengururs Yayasan, mulai memacu diri berpikir membuka PGA 6 tahun (tingkat SLTA). PGA 6 tahun mulai dirintis tahun 1975. Dengan demikian, para lulusan PGAP (4 tahun), langsung dapat meneruskan ke PGAA (PGA 6 Tahun). Namun PGAA tidak bertahan lama, hanya berjalan 3 tahun, dan baru meluluskan tiga lulusan. Setelah itu, tidak menerima lagi, karena ada peraturan pemerintah penghapusan PGA Swasta.

BERDIRINYA MTs MATHALIBUL HUDA MLONGGO KABUPATEN JEPARA
Dengan adanya peraturan pemerintah tersebut, PGA swasta dihapus, maka sebagai gantinya adalah MTs. PGA menjadi MTs mulai tahun 1978. Pada masa perpindahan atau transisi ini, kepala Madrasah dipegang oleh Bp. M. Qodri (Jambu Timur). Secara keseluruhan program kurikulum PGA dan MTs berubah total. Dengan demikian, yang menjadi masalah pada saat itu adalah bagi siswa PGA yang sudah kelas IV. Dengan kebijaksanaaan, untuk kelas empat PGA telah berjalan mengikuti kurikulum MTs yang sudah diberlakukan pemerintah.
Pada masa ini, berarti Bp. Qodri masih menunggui PGA yang kelas IV dan sekaligus menjadi kepala MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara pertama kali. Beliau menjabat kepala mulai tahun 1978 – 1981. Jabatan berikutnya dipegang oleh Bp. M. Nooryahman.
Bp. M. Nooryahman memegang jabatan Kepala MTs mulai tahun 1982 sampai sekarang. MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara setelah dipegang oleh Bapak M. Nooryahman (Jambu Ngemplak), mulai berkembang. Dari tahun ketahun animo masyarakat untuk memasuki MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara mengalami peningkatan. Hingga saat ini, MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara masih tetap eksis di mata masyarakat Mlonggo Kabupaten Jepara . Bahkan menurut data yang ada, MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara termasuk MTs terbesar muridnya di KKMTs se Kabupaten Jepara. Jumlah murid mulai tahun 1985 dan tahun-tahun sesudahnya, jumlah murid lebih kurang 700 orang siswa. Dan untuk data tahun 1991/1992 ini tercatat jumlah murid dari kelas I sampai kelas III, berjumlah 731 orang siswa, yang terbagi 17 kelas. Kelas I sejumlah 6 kelas, kelas II 6 kelas dan kelas III sejumlah 5 kelas.
Dalam upaya untuk memacu perjalanan proses belajar mengajar, berbagai bentuk kegiatan dilakukan. Orientasi pengembangan MTs ini, tidak hanya proses belajar mengajar di kelas saja yang diperhatikan, tetapi berbagai kegiatan ekstra kurikuler digalakkan. Begitu juga, selain beliau memperhatikan pengembangan dan pembinaan pada bidang keagamaan yang memang menjadi garapannya, juga tidak henti-hentinya memacu anak pada bidang kegiatan umum.
Lewat kegiatan OSIS, pola kegiatan yang dilakukan bervariasi dan beragam. Ini dapat dilihat dari program OSIS yang sudah banyak dirasakan oleh siswa sendiri atau masyarakat sekitarnya. Untuk peningkatan kreativitas, para siswa diarahkan untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang penanganannya ditangani oleh dewan guru. Kegiatan ekstra yang dapat dilihat di MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara antara lain : Kepramukaan, Baca Seni Alqur’an, Dekorasi Janur dan tempel kertas, menggambar/menulis Kaligrafi, Seni bela diri (Karate), Apresiasi sastra, Jurnalistik dan
Drum Band.
Selain kegiatan ekstra yang secara rutin diprogramkan seperti itu, juga sering ada kegiatan-kegiatan insidental , seperti pelaksanaan kelas meeting, gerak jalan, kemah bhakti, tahtimul Al Qur’an dan sejenisnya. Kegiatan lain upacara-upacara hari-hari besar nasional dan berbagai kegiatan pemerintah.
Dalam mempola MTs, selain kegiatan tersebut, upaya yang terus dilakukan adaiah melengkapi sarana – prasarana yaitu gedung. Untuk memberi rangsangan dan sekaligus sebagai tempat belajar siswa agar nyaman, Bp. M. Nooryahman bersama dengan pengurus Yayasan dan mendapat dukungan masyarakat seluruhnya, selalu berjuang keras melengkapi sarana gedung. Realisasinya, upaya melengkapi ruang belajar ini dapat dilihat dua gedung bertingkat yang satu berlantai empat dan satunya lagi berlantai tiga,setiap lantainya ada 8 ruang kelas. Untuk yang satu gedung, masih proses penyelesaian, diharapkan masyarakat sekitar terus dapat berpartisipasi dan bersedia membantu pelaksanaan pembangunan gedung, yaimpin leh bp. zainuddin,s.pd.i. sampai sekarang.  [ tawwab al-munawi.]




1 komentar:

  1. Kasih theme biar cakep blognya, biar yang baca g jenuh liat halaman panjang kebawah

    BalasHapus